KESEHATAN MENTAL UNTUK PERFORMANCE OPTIMAL
Kantor merupakan rumah kedua bagi seorang pekerja, sebab setengah hari bahkan tiga perempat waktu yang dimiliki dihabiskan ditempat kerja. Maka akan sangat penting seorang pekerja memiliki sehat raga dan mental dalam bekerja. Terlebih kesehatan mental, karena hanya pekerja yang memiliki sehat mental akan mampu menghasilkan produktivitas ataupun performance yang optimal sebaliknya orang yang mentalnya kurang sehat akan menyebabkan performancenya terhambat.
Lantas apakah sebenarnya kesehatan mental itu??. Perlu diketahui bahwa saat kita berbicara tentang kesehatan mental maka kita akan berbicara tentang 3 aspek psikologis, yaitu kognitif, afektif dan konatif. Seseorang yang memiliki sehat mental maka ketiga aspek psikologis tersebut harus mampu berfungsi secara optimal, tidak hanya salah satu namun harus ketiganya.
Kemudian, untuk mengetahui bagaimana ketiga aspek psikologis itu berfungsi secara optimal penting kiranya kita untuk memahami terlebih dahulu ketiga aspek psikologis tersebut:
1. Kognitif
Kognitif meliputi fungsi berpikir bagaimana seseorang menggunakan logika dan analisa berpikirnya dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi termasuk didalamnya fungsi mengingat.
2. Afektif
Afektif meliputi fungsi emosi, terkait bagaimana seorang individu melibatkan emosinya dalam merespon setiap peristiwa atau kejadian yang menimpa dirinya.
3. Konatif atau psikomotirik
Konatif atau psikomotorik meliputi sikap/perilaku seseorang yang tampak sebagai bentuk respon terhadap proses kognitif dan afektif.
Ketika tiga aspek psikologis diatas mampu berfungsi dengan baik maka dapat dipastikan bahwa seseorang memiliki mental yang baik. Kesehatan mental ini bagi seorang pekerja akan sangatlah mempengaruhi kinerjanya, mengingat performance diperoleh dari keterlibatan fungsi mental seseorang. Lantas apa saja sih yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang ditempat kerja??
Ada dua faktor yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang ditempat kerja:
1. Faktor internal meliputi kepribadian
2. Faktor eksternal meliputi pola asuh waktu kecil, persoalan rumah tangga, lingkugan kerja yang toxic, beban kerja dan gaya kepemimpinan
Setelah mengetahui faktor kesehatan mental ditempat kerja perlu juga untuk paham apa saja sih bentuk dari seorang pekerja yang tidak sehat mentalnya:
a. Tidak paham akan tugas dan tanggungjawabnya dan akhirnya target kinerja tidak tercapai
b. Tindakan kesengajaan untuk melanggar aturan atau tindakan indisipliner
c. Kurangnya kotrol emosi
d. Sikap pimpunan yang arogan atau suka marah-marah merasa paling benar
Kondisi -kondisi diatas pastinya sering kita jumpai di lingkungan kerja kita sehari-hari, tanpa disadari ternyata hal-hal diatas adalah indikasi bahwa seseorang tidak sehat mental. Sebab kondisi yang muncul sebagai indikasi tidak berfungsinya mental yang baik. Jika kondisi diatas dinormalisasi dan dibiarkan bahkan tidak diambil tindakan yang berarti pastinya akan menjadi gangguan mental (mental disorder) dan mengganggu kinerja organisasi. Mental disorder yang sering menjangkiti pekerja adalah:
a. Anxiety disorder (gangguan kecemasan)
b. Gangguan makan (susah makan atau sebaliknya banyak makan)
c. Gangguan tidur (insomnia)
d. Gangguan perilaku (susah konsntrasi/fokus)
e. Depresi (sedih berkepanjangan)
Maka agar kesehatan mental tidak berlarut menjadi gangguan mental akan sangat penting untuk diantisipasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga mental tetap sehat:
a. Mindfullness(fokus here and now)
b. Senantiasa control emosi
c. Hindari lingkungan yang toxic
d. Buat batasan dalam diri (self bounderies) tidak semua-semua harus dipikirkan
e. Pilah dan pilih informasi
Pada akhinya jika seseorang memahami akan kesehatan mental harapannya dalam bekerja bisa selalu menghasilkan performance yang optimal, karena bagaimanapun mental sangat berpengaruh terhadap performance seorang.
(bkpsdm-nur_chasanah)