Umat Islam sebentar lagi akan menyambut momen Idul Adha atau Idul Qurban.
Sehubungan
itu, Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul
Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H/2020M menuju Masyarakat
Produktif dan Aman Covid-19.
Panduan tersebut terbit dalam bentuk
Surat Edaran No SE. 18 Tahun 2020 yang ditandatangani hari ini oleh
Menteri Agama Fachrul Razi.
“Edaran ini diharapkan menjadi
petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan salat Idul Adha
dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan
kenormalan baru atau New Normal. Dengan begitu, pelaksanaan salat Idul
Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga
dari penularan Covid 19,” terang Menag di Jakarta, Selasa (30/06/2020).
Ada dua hal pokok yang diatur dalam edaran ini, yaitu penyelenggaraan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.
Menurut
Menag, salat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban dapat
dilaksanakan di semua daerah, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap
masih belum aman Covid-19 oleh Pemerintah Daerah/ Gugus Tugas Daerah. Menteri Agama RI, Fachrul Razi (Dok. Istimewa) Pelaksanaan
Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban juga harus memperhatikan
protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Salat Idul Adha boleh dilakukan di lapangan/masjid/ruangan dengan persyaratan sebagai berikut:
a.
Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol
kesehatan di area tempat pelaksanaan;b. Melakukan pembersihan dan
disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
c. Membatasi jumlah
pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan
dan pengawasan protokol kesehatan;d. Menyediakan fasilitas cuci
tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;
e.
Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan
jamaah dengan suhu >37,5'C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit),
tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;f. Menerapkan
pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;
g. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;
h.
Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak,
karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;
i. Penyelenggara memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Adha yang meliputi:
1) Jemaah dalam kondisi sehat;
2) Membawa sajadah/alas salat masing-masing;
3) Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
4) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
5) Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
6) Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;
7)
Mengimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak dan
warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan
sakit bawaan yang berrisiko tinggi terhadap Covid-19. Untuk penyembelihan hewan kurban, penyelenggaraannya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Penerapan jaga jarak fisik (Physical distancing), meliputi:
1) Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik;
2) Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban;
3) Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;
4) Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik. b. Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi:
1)
Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di
setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu
oleh petugas;
2) Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;
3)
Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan,
pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker,
pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;
4)
Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak
menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan
dengan sabun atau hand sanitizer
5) Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;
6) Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga. c. Penerapan kebersihan alat, meliputi:
1)
Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan
sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh
prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan;
2) Menerapkan sistem
satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus
menggunakan alat lain, harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.
“Sosialisasi
dan pengawasan penerapan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam
edaran ini akan dilakukan oleh Aparat Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Kantor Urusan
Agama Kecamatan bersinergi dengan instansi yang membidangi fungsi
kesehatan hewan dan instansi terkait,” ucap Menteri Agama Fachrul Razi.
sumber rri.co.id
Panduan Shalat Idul Adha, Berkurban Aman Covid
Reviewed by bkpp
on
Juli 01, 2020
Rating: 5